Penyelesaian Sengketa Batas Laut antara Indonesia dan Malaysia di Wilayah Perbatasan Laut Sulawesi dan Selat Malaka
Penyelesaian Sengketa Batas Laut antara Indonesia dan Malaysia di Wilayah Perbatasan Laut Sulawesi dan Selat Malaka
Adila Anggraeni
Department of International Relation, Faculty of Social and Political Sciences, University of Jember
Fuat Albayumi
Department of International Relation, Faculty of Social and Political Sciences, University of Jember
DOI: https://doi.org/10.19184/e-sospol.v13i1.60011
ABSTRACT
This study examines the maritime boundary dispute between Indonesia and Malaysia in the Sulawesi Sea and the Malacca Strait, triggered by differing legal bases for claims between the two countries. Indonesia, as an archipelagic state, utilizes UNCLOS 1982 as its legal guideline, while Malaysia refers to the 1979 Map, which is not internationally recognized. The research method used is descriptive qualitative with data collection through literature study. The results indicate that the dispute settlement is conducted through diplomatic channels, specifically bilateral negotiations referencing international law. These negotiation efforts have proven crucial for maintaining territorial sovereignty and diplomatic stability in the Southeast Asian region. Through a series of technical meetings, both countries strive to reach a fair agreement without resorting to international litigation, which poses a higher risk to bilateral relations.
Keywords: Maritime Boundaries, Negotiation, Indonesia-Malaysia, Sulawesi Sea, Malacca Strait
REFERENCES
Adolf, Huala. (2004). Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional. Jakarta: Sinar Grafika
Akmaliya, Rifda Ayu, Ida Ayu Rosida, Ega Permatadani, Sonia Amelia, Anang Dony Irawan. (2003). Peran Perjanjian Internasional dalam Penyelesaian Sengketa Batas Laut Zona Ekonomi Eksklusif antara Indonesia dan Vietnam, Yustisia Tirtayasa: Jurnal Tugas Akhir, Vol. 3 No. 1, hlm. 1-17.
Annisa. (2015). Efektifitas Penyelesaian Sengketa Tanah Melalui Proses Mediasi Oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Semarang. Skripsi. Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung
Arsana, I. (2011) Mending the imaginary wall between Indonesia and Malaysia; The case of maritime delimitation in the waters off Tanjung Berakit. Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia, 13(1), 1
Awani Irewati. (2018). Mekanisme Penyelesaian Sengketa Perbatasan Di Asia Tenggara. Banten: Mahara Publishing. 3
Awani Irewati. (2018). Mekanisme penyelesaian sengketa perbatasan di asia tenggara. Banten: Mahara Publishing.
Bachri, S., dan Siahainenia, A. M. (2020). The Fisheries Management Policy in The Sulawesi Sea: A Perspective. Journal of Applied Environmental and Biological Sciences, 10(6), 79-84.
Bakhtiar, A. I., (2015). Penyelesaian Sengketa Antara Indonesia dan Malaysia di Wilayah Ambalat Menurut Hukum Laut Internasional. Brawijaya Student Law Journal, II(1), pp. 1-23.
Coleman dkk, Peter T. (2016). Resolusi Konflik Teori dan Praktek, Bandung, Nusa Media
Druce, S. C., & Baikoeni, E. Y. (2015). Circumventing conflict: The Indonesia–Malaysia ambalat block dispute. In Contemporary conflicts in Southeast Asia: Towards a new ASEAN way of conflict management (pp. 137-156). Singapore: Springer Singapore
Fauzil, Muhammad Yuan dan Burhanuddin Agussalim. (2024). Prospek Hubungan Maritim Indonesia – Malaysia Pasca Kesepakatan Batas Laut 2023. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara. Vol.2, No.1 Februari 2024
Fisher, S., dkk. (2001). Mengelola Konflik: Ketrampilan & Strategi untuk Bertindak. Jakarta: The British Council.
Husna, L., dkk. (2002). Kasus Penyelesaian Batas Laut antara Indonesia dan Malaysia. Jurnal Cahaya Keadilan, Vol. 10, No. 2.
Irhamna. (2021). Kerjasama Indonesia dan Malaysia terkait Penangguangan Illegal Fishing.
Jorg Schildknecht, dkk. (2018). Operational Law in International Straits and Current Maritime Security Challenges. Kiel: Springer
Juwana, Hikmahanto. (2018). Internasional Law As A Political Instrument (A Case Study Of Indonesia). Al-Risalah, Vol. 13, No. 02, 1-26.
Keputusan Presiden Nomor 89 Tahun 1969 Tentang Mengesahkan "Persetujuan antara Republik Indonesia dan Pemerintah Malaysia tentang Penetapan Garis-garis Landas Kontinen Antara Kedua Negara
Lukman Santoso Az. (2019). Aspek Hukum Perjanjian: Kajian Komprehensif Teori dan Perkembangannya. Yogyakarta: Penebar Media Pustaka
Marsetio. (2011). Strategi TNI AL dalam Pengamanan Batas Maritim NKRI, Program Magister Ilmu Sejarah Program Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang, 5 Mei
Mindes, G. (2006). Teaching Young Children Social Studies. United States of. America: Praeger Publishers
Morton dan Coleman. (2000). The Handbook of Conflict Resolution. Illinois: Waveland Press Inc
Nasution, M., (2022). Potensi dan Tantangan Blue Economy Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Budget, 7(2), pp. 340-363.
Prasetyono, (2017). Manajemen Konflik. Jakarta. Kompas Media
Pratomo, E. (2016). Indonesia–Malaysia maritime boundaries delimitation: a retrospective. Australian Journal of Maritime & Ocean Affairs, 8(1), 73-84
Rachmawati, I. (2017). Karakter Diplomasi Publik Indonesia terhadap Malaysia. Jurnal Hubungan Internasional, 6(1), 56-71
Schofield, C., & Storey, I. (2005). Energy Security and Southeast Asia: The Impact on Maritime Boundary and Territorial Disputes. Harvard Asia Quarterly, 9(4)
Seran, Sirilius. (2012). Determinan Faktor Sosial dan Ekonomi Terhadap Kemiskinan Penduduk. Fakultas Ekonomi Timor Timur Vol.13. No.1
Serpin, Klisliani, Dewa Gede Sudika Mangku, Ratna Artha Windari. (2018). Penyelesaian Sengketa Antara Indonesia Dan Malaysia Terkait Pengklaiman Blok Ambalat Ditinjau Dari Hukum Internasional. e-Journal Komunitas Yustisia Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Ilmu Hukum Volume 1 No. 2 Tahun 2018
Starke, J.G. (2006). Pengantar Hukum Internasional. Jakarta. Sinar Grafika
Sugianto, A., dkk. (2011). Penanganan Keamanan Maritim Perbatasan Wilayah Laut dan Dampaknya pada Aspek Pertahanan Keamanan. Jurnal Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Vol. 9, No. 2
Supancana, I. B. (2015). Maritime Boundary Disputes between Indonesia and Malaysia in the Area of Ambalat Block: Some Optional Scenarios for Peaceful Settlement. JE Asia & Int'l L., 8, 195
Susanto, L., Mamentu, M., & Tulung, T. E. (2019). Prospek Penyelesaian Sengketa Tapal Batas Indonesia Malaysia di Kawasan Sektor Barat Kalimantan-Sarawak. POLITICO: Jurnal Ilmu Politik, 8(3)
Tirtosudarmo. (2002). Kalimantan Barat Sebagai Daerah Perbatasan. Sebuah Tinjauan Demografi Politik Antropologi Indonesia. Jakarta:LPII
Triana, Nita. (2019). Alternative dispute resolution (Penyelesaian Sengketa alternatif Dengan Model Mediasi, Arbitrase, Negosiasi dan Konsiliasi). Yogyakarta: Kaizen Sarana Edukasi.
UNCLOS (United Nations Convention On The Law of The Sea) 1982
Windradi et al. (2022). Kedudukan Dan Peran Hukum Penyelesaian Sengketa International Dalam Perspektif Hubungan Internasional. Jurnal Transparasi Hukum. Vol. 5, No. 2.
Yulia A. Hasan. (2020). Hukum laut konservasi Sumber Daya Ikan di Indonesia. Jakarta :Kencana.
Yusnita, U. (2018). Penyelesaian Sengketa Batas Laut Antara Indonesia dan Malaysia Dalam Perspektif Hukum Internasional. Binamulia Hukum, 7(1), hal. 96-106.
Yusof, S., & Md Saman, M. (2023). The Demarcation of Malaysia-Indonesia Maritime Boundaries: A Review. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 13(4), 624-636
Budiono, E. 2023. Kemlu Malaysia Sampaikan Penjelasan Traktat Batas Laut dengan Indonesia. InfoPublik. (https://infopublik.id/kategori/asean-2023/751906/kemlu-malaysia-sampaikan-penjelasan-traktat-batas-laut-dengan-indonesia diakses tanggal 22 Desember 2025)
Friederich. 2018. Delegasi RI - Malaysia Kembali Membahas Perbatasan Maritim. JPNN. (https://www.jpnn.com/news/delegasi-ri-malaysia-kembali-membahas-perbatasan-maritim diakses pada 14 Mei 2023)
Hadi, Muhammad Samsul. 2023. Indonesia-Malaysia Sepakati Batas Laut Setelah Berunding 18 Tahun. (https://www.kompas.id/baca/internasional/2023/06/09/indonesia-malaysia-sepakati- diakses pada 3 Januari 2024)
Indonesia, K. P. R., 2010. Konsep Penetapan Batas ZEE Indonesia Malaysia di Laut China Selatan. ( https://www.kemhan.go.id/strahan/wp- content/uploads/migrasi/Produk/zee_lcs.pdf diakses pada 5 Desember 2025)
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 2023. Laporan Kinerja Kementerian Luar Negeri Indonesia 2023. (https://kemlu.go.id/files/repositori/65523/172855231667079d7c089ca_Kemenlu_LKj_2023____Digital_Version__ao020924_.pdf diakses pada 5 Desember 2025)
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 2023. (https://www.kln.gov.my/web/nam_windhoek/news-from-mission/-/blogs/latest-press-release-from-k-2 diakses pada 5 Desember 2025)
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. 2023. Pertemuan Teknis ke-40 Penetapan Batas Maritim RI-Malaysia. (https://www.kemhan.go.id/strahan/2023/07/23/pertemuan-teknis-ke-40-penetapan-batas-maritim-ri-malaysia.html diakses pada 5 Desember 2025)
Kementerian Pertahanan RI. 2013. Perbatasan Maritim RI – Australia (Vol. 3). (https://www.kemhan.go.id/itjen/wp-content/uploads/migrasi/peraturan/perbatasan.pdf diakses pada 5 Desember 2025)
PBB, 1982 (https://www.un.org/depts/los/convention_agreements/texts/unclos/unclos_e.pdf diakses pada 27 Desember 2023)
Setyorini, V. P. 2023. Kemlu Malaysia jelaskan traktat batas laut terbaru Indonesia-Malaysia. AntaraNews. (https://www.antaranews.com/berita/3598860/kemlu-malaysia-jelaskan-traktat-batas-laut-terbaru-indonesia-malaysia%0A diakses pada 11 Maret 2024
Published
29-06-2026
Issue
Vol. 13 No. 2 2026: E-SOSPOL
Pages
193-206
License
Copyright (c) 2026 E-SOSPOL
How to Cite: Anggraeni, Adila; Albayumi, Fuat (2026). Penyelesaian Sengketa Batas Laut antara Indonesia dan Malaysia di Wilayah Perbatasan Laut Sulawesi dan Selat Malaka. e-sospol, 13 (2), pp.193-206. https://doi.org/10.19184/e-sospol.v13i1.60011